MANASIK 25 Oktober 2008
Posted by Syahid. in Sejarah, Umrah-Haji.trackback
Ada tiga cara ibadah haji, berdasarkan hadyu atau hewan qurban:
• TAMATTU` (umrah dulu, baru haji), bagi mereka yang tidak membawa hadyu.
• I F R A D (haji dulu, baru umrah), bagi warga Makkah yang membawa hadyu.
• Q I R A N (haji dan umrah digabungkan), bagi bukan warga Makkah yang membawa hadyu
PAKAIAN IHRAM
APA SAJA YANG DI PERBOLEHKAN SELAMA BER IHRAM???…..
Yang di perbolehkan selama Ihram
1. Mengganti pakaian ihram;
2. Mandi atau membasuh kepala;
3. Memakai jam tangan, sandal, sepatu sandal, cincin, gelang, kalung, kacamata, anting-anting, alat pendengar,ikat pinggang, dompet, telepon selular, atribut, tanda pengenal, dan tas kecil di leher.
LARANGAN-LARANGAN IHRAM
1. Hubungan badani suami-istri. Jika melakukan ini, dendanya menyembelih unta atau sapi, dan hajinya BATAL.
2. Membunuh hewan dengan sengaja. Jika melakukan ini, dendanya menyembelih domba.
3. Menikah, menikahkan, atau melamar. Jika melakukan ini, tidak ada denda, tetapi pernikahan dan pelamaran itu tidak sah (harus diulangi setelah selesai berihram
4. Memotong atau mencabut kuku, rambut dan bulu.
5. Memakai wangi-wangian atau parfum di badan dan pakaian.
6. Berkata kotor (rafats), menyakiti orang lain (fusuq), atau bertengkar (jidal).
7. Khusus pria: memakai pakaian bersambung (baju, celana, pakaian dalam) atau sepatu yang menutupi tumit.
8. Khusus pria: memakai penutup kepala yang menempel atau melekat.
9. Khusus wanita: memakai sarung tangan atau menutupi muka.
10. Memotong atau mencabut tanaman
PERSIAPAN UMRAH
1. Di Madinah dan di Dzulhulaifah (bagi Gelombang Pertama), atau di Bandar Udara Raja Abdul Aziz (bagi Gelombang Kedua), atau di mana saja asalkan di luar Tanah Haram, kita melakukan hal-hal sebagai berikut:
2. Mandi, membersihkan badan, dan memakai wangi-wangian
3. Memakai pakaian ihram.
4. Shalat sunnah ihram dua rakaat, dengan ayat Al-Kafirun dan Al-Ikhlash.
5. Ketika kendaraan bergerak menuju Makkah, ucapkanlah: LABBAIK ALLAHUMMA `UMRAH. Dengan mengucapkan ini, kita memulai ibadah umrah. Janganlah melakukan larangan-larangan ihram sampai kita tahallul di Marwah.
(Tidak lama! Paling lama 24 jam.)
MENUJU DAN MEMASUKI MAKKAH
1. Sejak memulai ibadah umrah sampai nanti masuk Masjid al-Haram, kita membaca talbiyah sesering mungkin,
baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri.
2. Batas Tanah Haram ditandai oleh Check-Point: Non-Muslim dilarang masuk.
3. Sesampai di Makkah, kita menuju pondokan atau hotel, mengurus barang, menyiapkan kamar, dan keperluan lainnya(mandi, makan, dsb.). AWAS, KITA MASIH BERIHRAM. Kalau mandi jangan memakai sabun, siapa tahu ada parfum.Jangan bertengkar, dan hindari segala heureuy!
4. Setelah cukup istirahat, kita menuju Masjid al-Haram. Sebaiknya kita sudah berwudu`, meskipun di Masjid al-Haram air berlimpah.
5. Usahakan masuk masjid lewat Babus-Salam. Jika jauh sehingga harus memutar atau situasi tidak memungkinkan,boleh lewat pintu mana saja.
6. Bacalah doa masuk masjid, serta doa ketika melihat Ka`bah. Jika tidak hafal atau terlupa, tidak apa-apa meskipun tidak membaca.
7. Kita segera menuju pelataran Ka`bah untuk melakukan thawaf.
T H A W A F
Hal-hal yang harus diperhatikan:
1. Hijir Ismail termasuk bagian Ka`bah yang harus ikut diputari.
2. Jika ragu mengenai jumlah putaran (misalnya apakah sudah 4 atau 5 putaran), selalu ambil yang terkecil (4).
3. Start dan finish setiap putaran harus pada Hajar Aswad.
4. Thawaf merupakan satu-satunya manasik haji atau umrah yang harus dilakukan dalam keadaan suci. Jika batal wudu`, segeralah wudu` lagi. Jika massa penuh sesak, boleh bertayamum di punggung orang.
5. Jika misalnya batal wudu` pada putaran ke-4, maka sesudah wudu` ulangi putaran ke-4 dari Hajar Aswad. Tiga putaran terdahulu sah (tidak usah diulang).
Catatan: Ka`bah berukuran 12 x 10,5 x 15 meter.
Jari-jari lapangan thawaf bervariasi dari 75 sampai 90 meter.
SUNNAH-SUNNAH THAWAF
1. Memberi hormat (istilam) kepada Hajar Aswad di setiap awal putaran, dengan salah satu cara berikut: mengecup Hajar Aswad, atau mengusapkan tangan kanan ke Hajar Aswad, atau melambaikan tangan kanan dari jauh ke arah Hajar Aswad, sambil mengucapkan Bismillah Wallahu Akbar.
2. Khusus pria: bahu kanan terbuka (idhthiba’).
3. Khusus pria: berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama ketika thawaf yang pertama kali saja.
4. Mengucapkan doa, pujian kepada Allah, dan shalawat bagi Nabi. Kita bebas membaca apa saja yang kita mampu, tidak usah terikat pada bacaan tertentu.
5. Mengusap Rukun Yamani atau melambaikan tangan dari jauh, sambil mengucapkan Bismillah Wallahu Akbar.
6. Membaca Rabbana Atina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah waqina `adzaban-nar antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
7. Selesai tujuh putaran, shalat sunnah dua rakaat di sekitar Maqam Ibrahim, dengan ayat Al-Kafirun dan Al-Ikhlash.
8. Berdoa di Multazam (daerah antara Hajar Aswad dan Pintu Ka`bah).
9. Minum air zamzam.
S A`I
SUNNAH-SUNNAH SA`I
1. Ketika menuju Shafa, bacalah Innash-shafa wal-marwata min sya`a’irillah dst.
2. Di Shafa, kita menghadap Ka`bah, bertakbir tiga kali, lalu membaca doa.
3. Selama melakukan sa`i kita berdoa, memuji Allah, bershalawat bagi Nabi. Bacaannya apa saja yang kita mampu.
4. Khusus pria: berlari-lari kecil antara Masil dan Bait Aqil (antara dua tanda hijau).
5. Di Marwah, kita menghadap Ka`bah, bertakbir tiga kali, lalu membaca doa.
6. (Shafa ke Hijau 1 100 meter; Hijau 1 ke 2 80 meter; Hijau 2 ke Marwah 240 meter)
TAHALLUL DI MARWAH
IBADAH HAJI
8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah)
1. Berangkatlah dari Makkah ke MINA (6 km dari Makkah) sebelum zuhur, dan menginap di Mina pada malam 9 Dzulhijjah.
2. Selama di Mina, shalat fardhu dilakukan secara qashar tanpa jama`: zuhur 2 rakaat, asar 2 rakaat, maghrib 3 rakaat, isya 2 rakaat, shubuh 2 rakaat.
3. Setelah terbit matahari 9 Dzulhijjah, berangkatlah ke Arafah (19 km dari Mina).
4. Jika sempat mampirlah di Namirah. Jika tidak sempat, langsung menuju kemah yang disediakan.
9 Dzulhijjah (Hari Arafah)
10 Dzulhijjah (Hari Nahar)
Sunnah-sunnah melontar:
1. Ucapkan ALLAHU AKBAR pada setiap lontaran.
2. Berdoa menghadap Ka`bah sehabis tujuh lontaran.
Beberapa alternatif pilihan acara manasik
1. Jika memungkinkan, tanggal 10 Dzulhijjah kita menyembelih hewan. Jika tidak memungkinkan, penyembelihan boleh dilakukan pada hari-hari tasyriq (11 – 13 Dzulhijjah).
2. Jika memungkinkan, tanggal 10 Dzulhijjah kita ke Makkah melakukan thawaf ifadhah dan sa’i, lalu TAHALLUL AKHIR di Marwah. Jika tidak memungkinkan, thawaf ifadhah dan sa’i boleh dilakukan pada hari-hari tasyriq, atau sesudah kita pulang dari Mina asalkan masih dalam bulan Dzulhijjah.
3. Alternatif lain acara tanggal 10 Dzulhijjah: Dari Muzdalifah kita langsung ke Makkah, melakukan thawaf ifadhah dan sa’i, tahallul awal di Marwah, lalu kita ke Mina, melontar Jumrah Aqabah, tahallul akhir di Mina.
11 Dzulhijjah (Hari Tasyriq)
Kita harus menginap di Mina malam 12 Dzulhijjah, meskipun cuma sebagian malam.
12 dan 13 Dzulhijjah (Hari Tasyriq)
Acara manasik di Makkah setelah pulang dari Mina




Komentar»
No comments yet — be the first.