jump to navigation

Umrah. 28 Maret 2008

Posted by Syahid. in Sejarah.
trackback
Umrah ialah mengunjungi Baitullah di MAKKAH dan melakukan ihram, tawaf, sa’i dan bertahallul dengan tartib ,Umrah adalah wajib sebagaimana Haji. Ini adalah pendapat al-Imam as-Syafie r.a. Qoul yang al-Adhar. Ijmak Ulama mengatakan bahwa hanya wajib dilakukan sekali sepanjang hayat bagi orang yang mampu kecuali orang yang bernadzar, maka dia wajib memenuhi atau melaksanakanya .
Dalil atau tendensi dari al-Quran ialah firman Allah SWT:
وأتمواالحج والعمرة لله
Dan sempurnakanlah ibadat Haji dan Umrah kerana Allah (Al-Baqarah 196).
Sabda Nabi yang diriwayatkan Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan sanad yang sahih dari Aisyah r.a. katanya:
Aku berkata : “Wahai Rasullah,apakah wanita wajib berjihad?”. Sabda Baginda: “Ya, jihad yang tiada peperangan padanya iaitu haji dan umrah”.
NIAT IHRAM,THAWAF,SA’I, tidak boleh dilakukan di Sembarang tempat, melainkan di tempat yang telah ditetapkan. yaitu niat ihram di MIQOT, tawaf 7 putaran mengelilingi KA’BAH di dalam MASJIDIL HARAM dan bersa’i 7 kali bermula di bukit SHOFA dan berakhir di bukit MARWA. Dan yang Terakhir bertahallul yaitu bercukur atau menggunting rambut sekurang-kurangnya 3 helai ,setelah itu, segala larangan dalam Ihram menjadi boleh / halal sebagaimana sebelum beliau berihram.

Umrah boleh dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun tetapi Haji hanya boleh dilakukan pada bulan haji yaitu bulan DZULHIJJAH saja, dan hari intinya ialah pada hari ARAFAH 9, dan Hari Tasyreeq 10,11,12,13 dimana jamaah berkumpul di Padang ARAFAH ,Muzdalifah ,MINA

Pada peraturan Kerajaan Arab Saudi menetapkan jamaah umrah harus mengikuti muassasah umrah dan memohon visa umrah melalui agency umrah. Tidak ada permohonan Visa umrah dapat dilakukan di Kedutaan Arab Saudi secara individu.
Miqat merupakan batas bagi ibadah HAJI seseorang itu dikira bermula (batas-batas yang telah ditetapkan). Apabila melintasi miqat, seseorang yang ingin mengerjakan haji perlu mengenakan kain ihram mereka dan memasang niat. Miqat baik itu BAGI HAJI / UMRAH
Miqat dibagikan menjadi 2 :

  • Miqat Zamani batas yang ditentukan berdasarkan waktu

Bagi haji, miqat mulai pada bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijah iaitu ketika ibadah haji dilaksanakan.
Bagi umrah pula, miqat zamani;sepanjang tahun melaksanakan umrah

  • Miqat Makani batas yang ditentukan berdasarkan tempat:
  1. Bagi mereka yang Tinggal di MAKKAH tempat untuk ihram haji adalah Makkah itu sendiri (rumah sendiri). Bagi umrah HARUS keluar dari tanah haram Makkah yaitu seperti di Ji’ranah, Tan’eim atau Hudaibiyah.
  2. Bagi mereka yang datang dari sebelah timur (indonesia dan sekitarnya)dan kebanyakan negara Asia lain, tempatnya adalah di Yalamlam
  3. Bagi yang datang dari barat (MESIR dan sekitarnya)miqatnya di Juhfah
  4. Bagi yang datang dari selatan (YAMAN dan sekitarnya)tempat untuk berihram adalah Qarnul Manazil
  5. Bagi yang datang dari(MADINAH)tempatnya di Dzulhulaifah Abyar ‘Ali
  6. Bagi yang datang dari (bagian IRAQ dan sekitarnya)pula adalah di Dzatu ‘Irqin

Tawaf – – adalah suatu pekerjaan mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali karena ALLAH. Tawaf adalah salah satu pekerjaan ibadah yang dilakukan oleh Muslim dan hanya dilakukan diMASJIDIL HARAM

Syarat Tawaf

  • Suci dari hadas.
  • Suci dari najis pada badan dan pakaian.
  • Menutup aurat.
  • Dimulai dari tempat yang sejajar atau LURUS dengan HAJAR ASWAD yang ada pada satu penjuru UJUNG itu. Sekiranya seseorang itu memulai tawafnya pada pinggir atau sudut Kaabah yang tidak lurus dengannya, maka putaran itu tidak di hitung hingga dia sampai pada sudut Hajar Aswad untuk hitungan permulaan tawaf.
  • Memosisikan ka’bah berada dikiri
  • Dilakukan di dalam MASJIDIL HARAM dan di luar ka’bah yaitu di luar dan .
  • Dilakukan tujuh putaran dengan yakin.

Sunat Tawaf

Berikut adalah perkara yang sunat dilakukan semasa bertawaf:

  • Bertawaf dengan berjalan kaki.
  • Memendekkan langkah.
  • Berjalan cepat (LARI KECIL)
  • Istilam kepada Hajar Aswad pada permulaan tawaf sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.
  • Beristilam dengan tangan kanan.
  • Mengucup Hajar Aswad dan meletakkan dahi ke atasnya.
  • Beristilam di rukun Yamani.
  • Berittiba’.
  • SHOLAT SUNNAT dua rakaat setelah tawaf di belakang MAQOM IBRAHIM
  • Bertawaf AGAK DEKAT Kaabah (untuk memudahkan istilam).

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: