jump to navigation

Keutamaan Madinah 7 Agustus 2008

Posted by Syahid. in Sejarah.
Tags:
trackback
Tanah Haram Madinah
Batas-Batasnya
Rasulullah saw. membuat kota Madinah sebagai tanah haram, sebagaimana Ibrahim a.s. membuat kota Mekah menjadi tanah haram. Rasulullah saw. bersabda, “Kota Madinah yaitu daerah antara dua kawasan berbatu hitam adalah tanah haram.”
Batas-batas Kota Madinah

  1. Daerah antara dua Labah (labbatai/lahar). Yang dimaksud dengan Labbatai ialah dua harrah (harratani/dua kawasan berbatu hitam); yaitu, Bagian Timur yang dahulu dikenal dengan nama Harrah Waqim, dan di Bagian Barat yang dahulu dikenal dengan Harrah Wabarah.
  2. Pengharaman daerah antara dua kawasan berbatu hitam dan tiga lembah, yaitu jama’ Tadharu`, jama’ Ummu Khalid dan jama’ Aqil atau Aqir, yaitu pegunungan yang membentang dari lembah Aqiq sebelah Barat sampai ke sumur Urwah (dekat Universitas Islam Madinah).
  3. Pengharaman daerah antara Tsur dan Ier.
  • Tsur adalah bukit kecil yang terletak di belakang gunung Uhud, berwarna merah. Di belakang bukit ini sekarang terdapat jalan ke arah Pelabuhan Udara.
  • Ier adalah gunung hitam yang besar yang mengarah ke Barat Daya dari Zulhulaifah (Bir Ali). Pada lereng sebelah Baratnya melintas jalan Hijrah yang merupakan jalur cepat.

Keutamaan Madinah

  • A.Madinah adalah daerah yang paling dicintai oleh Allah Taala. Ia adalah tempat hijrah utusan-Nya, Muhammad saw, tempat tidur beliau, keluarganya, tetangganya dan Ansharnya. Ia adalah rumah iman dan ke sanalah iman dapat bertahan pada akhir zaman. Dan pada pintu masuknya terdapat malaikat yang menjaga. Tidak akan dimasuki oleh Dajjal dan penyakit thaun. Ia adalah negeri terakhir di dunia yang hancur. Ia adalah tempat turunnya wahyu. Hampir tidak ada tempat di Madinah kecuali di sana diturunkan wahyu atau keluar hadis nabi.
  • B.Barangsiapa yang ingin berbuat buruk, maka Allah akan melarutkannya sebagaimana larutnya garam di air. Ia terhindar dari kejahatan. Rasulullah saw. bersabda,

اللهم حبب إلينا المدينة كحبنا لمكة أو أشد
Artinya, ” Ya Allah! Tumbuhkanlah kecintaan kami kepada Madinah seperti cinta kami kepada Mekah atau lebih dari itu. ”
اللهم اجعل بالمدينة ضعفي ما جعلت بمكة من البركة
Artinya, ” Ya Allah! Jadikanlah keberkahan kota Madinah berlipat dari keberkahan yang Engkau turunkan di Mekah. ”

اللهم بارك لنا في مدينتنا، اللهم بارك لنا في صاعنا، اللهم بارك لنا في مدنا، اللهم اجعل مع البركة بركتين.
Artinya, ” Ya Allah! Berkahilah kami di kota Madinah kami. Ya Allah! Berkahilah kami pada rezki kami. Ya Allah! Berkahilah kami pada makanan kami. Ya Allah! Jadikanlah satu keberkahan menjadi dua keberkahan. ”
من استطاع أن يموت بالمدينة فليمت فإني أشفع لمن يموت بها
Artinya, ” Barangsiapa yang mampu untuk meninggal di Madinah, maka meninggallah di sana karena sesungguhnya aku akan memberi syafaat kepada orang yang meninggal di sana. ”

Adab Ziarah Rasululah saw.

Merendahkan suara di hadapan Rasulullah saw. merupakan adab kita kepada beliau dan menaati firman Allah Taala,

يا أيها الذين آمنوا لا ترفعوا أصواتكم فوق صوت النبي ولا تجهروا له بالقول كجهر بعضكم لبعض أن تحبط أعمالكم وأنتم لا تشعرون، إن الذين يغضون أصواتهم عند رسول الله أولئك الذين امتحن الله قلوبهم للتقوى لهم مغفرة وأجر عظيم

Artinya, ” Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari. (49/2). Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. “

Ayat ini mengancam orang yang meninggikan suaranya di depan Rasulullah saw. yaitu Allah akan menghapus pahala

Ayat ini turun berkenaan dengan Tsabit bin Qais ra. Dia adalah sahabat yang paling keras suaranya. Karena takutnya kepada ancaman Allah, ia duduk di rumah menangis dan berkata, “Saya adalah sahabat yang paling tinggi suaranya di depan Rasulullah saw. saya tidak menduga ayat ini turun melainkan berkenaan denganku.” Ketika Rasulullah saw. merasa kehilangan dia, beliau mengutus orang untuk mencari di rumah keluarganya. Mereka berkata, “Ini dia, di dalam rumahnya, air matanya masih berlinang sejak beberapa hari.” Ketika mereka menemuinya, ia berkata bahwa tidaklah ayat ini turun kecuali berkenaan dengannya. Kemudian ia dibawa menjumpai Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. menenangkannya dan memberi kabar gembira kepadanya dengan surga.

Diriwayatkan bahwa Abu Bakar Siddiq ra. berkata, “Tidaklah patut meninggikan suara, baik ketika Rasulullah saw. masih hidup atau sudah wafat.”

Aisyah ketika mendengar suara yang memekakkan telinga atau suara paku yang dipalu di rumah tetangga, ia datang ke rumah tersebut dan berkata, “Janganlah kalian menyakiti Rasulullah saw.”

Umar bin Khatab ra. melihat dua orang lelaki sedang ribut di dalam Mesjid Nabi. Kemudian dia mengisyaratkan untuk datang menemuinya dan bertanya, “Dari mana kalian berdua؟” Kedua orang itu menjawab, “Dari Taif.” Umar ra. berkata, “Kalau seandainya kalian penduduk Madinah, maka aku akan pukul kalian dengan keras. Sesungguhnya mesjid kami ini, tidak ada suara yang tinggi di dalamnya.”

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: