jump to navigation

Umrah Haji 25 Februari 2009

Posted by Syahid. in home, informasi, Paket, Sejarah, Umrah-Haji.
1 comment so far

Umrah Haji › Perkakas — WordPress.

Menikah di Masjidil haram 27 Oktober 2008

Posted by Syahid. in Sejarah.
Tags:
1 comment so far
Akad Nikah merupakan sebuah pertalian dua hati dalam ikatan suci sebisa mungkin ritual dan acara yang penting itu bisa di kenang selama-lamanya !,Pernikahan adalah suatu peristiwa yang sangat sakral dan dinantikan setiap pasangan. , Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orandengan maksud mensahkan suatu ikatan.
Namun, sejalan dengan waktu, ada keinginan dari beberapa orang yang ingin melakukan pernikahan yang unik dan berbeda Yaitu menikah di Masjid Alharam Makkah. Alasannya, selain hikmat dan sakral, tentu sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Menikah di tempat suci, di luar negeri yang memiliki nilai historis tinggi dianggap memiliki makna yang sangat besar dibanding menikah di dalam negeri. Menikah sekaligus Umrah dan Ziarah atau Beribadah ke tempat suci, tempat yang dimuliakan oleh Allah SWT,, demikian pendapat beberapa pengantin yang melakukan pernikahan di tempat-tempat suci tersebut.

(lebih…)

MANASIK 25 Oktober 2008

Posted by Syahid. in Sejarah, Umrah-Haji.
add a comment

Ada tiga cara ibadah haji, berdasarkan hadyu atau hewan qurban:
• TAMATTU` (umrah dulu, baru haji), bagi mereka yang tidak membawa hadyu.
• I F R A D (haji dulu, baru umrah), bagi warga Makkah yang membawa hadyu.
• Q I R A N (haji dan umrah digabungkan), bagi bukan warga Makkah yang membawa hadyu

Oleh karena bukan warga Makkah dan tidak membawa hadyu dari rumah, maka jemaah haji Indonesia melakukan Haji Tamattu`, baik Gelombang Pertama (yang ke Madinah dahulu) maupun Gelombang Kedua (yang langsung ke Makkah). Meskipun kita lama di Makkah, kita berihram (memakai pakaian ihram serta tidak melakukan larangan ihram) cuma beberapa hari saja

PAKAIAN IHRAM

Pakaian ihram pria adalah dua helai kain tidak bersambung, masing-masing sebagai sarung (izar) dan selendang (rida’). Pakaian ihram wanita boleh busana apa saja (bebas), asalkan menutupi seluruh tubuh selain muka dan telapak tangan (persis seperti pakaian sholat!).
APA SAJA YANG DI PERBOLEHKAN SELAMA BER IHRAM???…..

(lebih…)

Sumur Zam-zam 7 Agustus 2008

Posted by Syahid. in Sejarah.
Tags:
1 comment so far
Air Zamzam berasal dari mata air Zamzam yang terletak di bawah tanah, sekitar 20 meter di sebelah Tenggara Ka’bah. Mata air atau Sumur ini mengeluarkan Air Zamzam tanpa henti.Diamanatkan agar sewaktu minum air Zamzam harus dengan tertib dan membaca niat. Setelah minum air Zamzam kita menghadap Ka’bah.Sumur Zamzam mempunyai riwayat yang tersendiri. Sejarahnya tidak dapat dipisahkan dengan isteri Nabi Ibrahim AS, yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail AS. Sewaktu Ismail dan Ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum, maka Siti Hajar pergi ke Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali.Namun tidak berhasil menemukan air setetespun karena tempat ini hanya merupakan lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak ada air dan belum didiami manusia selain Siti Hajar dan Ismail.

(lebih…)

Hijir Ismail 7 Agustus 2008

Posted by Syahid. in Sejarah.
Tags:
add a comment

Hijir Ismail, berdampingan dengan Ka’bah dan terletak di sebelah utara Ka’bah, yang dibatasi oleh tembok berbentuk setengah lingkaran setinggi 1,5 meter. Hijir Ismail itu pada mulanya hanya berupa pagar batu yang sederhana saja. Kemudian para Khalifah, Sultan dan Raja-raja yang berkuasa mengganti pagar batu itu dengan batu marmer.

Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ismail, disitulah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya dan kemudian menjadi kuburan beliau dan juga ibunya. Berdasarkan kepada sabda Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian dari Hijir Ismail itu adalah termasuk dalam Ka’bah. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari ‘Aisyah r.a. yang berbunyi : ‘Dari ‘Aisyah r.a. katanya; “Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan sholat di dalamnya. Rasulullah s.a.w. membawa Siti ‘Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata ” Sholatlah kamu di sini jika kamu ingin sholat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah.
Sholat di Hijir Ismail adalah sunnah, dalam arti tidak wajib dan tidak ada kaitan dengan rangkaian kegiatan ibadah Haji atau ibadah Umroh.